Selasa, Februari 08, 2011

Gender Voices 2

Post ini lanjutan dari post sebelum ini di Gender Voices.

Beberapa minggu lalu, dalam kesempatan yang sama -- English Conversation CLub -- aku memberi activity berupa mendengarkan lagu DON'T CRY JONI (atau kadang ditulis JOANNY), sebuah lagu lawas dimana liriknya merupa sebuah kisah tentang sepasang laki-laki perempuan yang tinggal di neigborhood yang sama. Berikut inilah lirik selengkapnya.


DON'T CRY JONI
by Conway Twitty

Woman- Jimmy please say you'll wait for me
I'll grow up someday you'll see
Saving all my kisses just for you
Signed with love forever true.

Man - Joni was the girl who lived next door
I've known her I guess ten years or more.
Joni wrote me a note one day.
And this is what she had to say.

Woman-Jimmy please say you'll wait for me
I'll grow up someday you'll see
Saving all my kisses just for you
Signed with love forever true.

Man- Slowly I read her note once more
Then I went over to the house next door
Her tear-drops fell like rain that day
When I told Joni what I had to say.

Man- Joni, Joni please don't cry
You'll forget me by and by
You're just fifteen and I'm twenty two,
and Joni I just can’t wait for you.

Man - Soon I left our little home town,
Got me a job and tried to settle down
But these words kept haunting my memory,
the words that Joni said to me.

Woman- Jimmy please say you'll wait for me
I'll grow up some day you'll see
Saving all my kisses just for you
Signed with love forever true.

Man - I packed my clothes and I caught a plane
and I had to see Joni. I had to explain,
how my heart was filled with her memory
and ask my Joni if she'd marry me

I ran all the way to the house next door
but things weren't like they were before
My tear-drops fell like rain that day
When I heard what Joni had to say.

Woman- Jimmy, Jimmy please don't cry
You'll forget me by and by.
It's been five years since you've been gone
Jimmy, I - (married) - your best friend John.

Sebagai activity, biasanya aku memperdengarkan lagu ini sampai di bait ketujuh, kemudian CD kumatikan. Activity berikutnya, aku minta para siswa untuk melanjutkan kisahnya, bisa dalam bentuk dialog, bisa juga hanya dalam bentuk prosa.

Berangkat dari kisah dalam lagu inilah, rekanku yang menceritakan kisah rada horror di post sebelum ini mengambil nama Joanny dan John sebagai suami istri.

Dari empat kelompok -- dua kelompok masing-masing terdiri dari 3 male students, dua kelompok lain masing-masing terdiri dari 4 female students -- menghasilkan kisah yang jelas berbeda. 'Uniknya' adalah kelompok laki-laki selalu memiliki imajinasi yang tak terduga dan somewhat complicated. Sedangkan kelompok perempuan mengisahkan imajinasi mereka yang tidak terlalu bertele-tele, sangat ordinary. Saking ordinary-nya aku sampai lupa.

Frankly speaking, aku tidak membuat catatan apa pun waktu mendengarkan my students telling their imaginary stories, so mohon dimaklumi kalau aku sudah lupa. (helloooo??? what have I consumed today? I became so forgetful! ) Yang aku ingat tentu yang paling remarkable, salah satu dari kelompok laki-laki.

Mereka mengatakan bahwa sebenarnya yang membunuh John adalah Joanny, sang istri sendiri. Hal ini dilatarbelakangi bahwa sebenarnya John adalah seorang homoseksual, sedangkan pasangan 'abadinya' adalah Jimmy. Mengetahui bahwa John dan Jimmy adalah sepasang kekasih, dan mereka diam-diam masih melanjutkan kisah kasih mereka, Joanny merasa terluka, terhina, dan tidak terima sehingga ingin melakukan pembalasan. (thriller movie banget yak? )

Tatkala mendengar shocking news dari radio, Joanny tahu bahwa sang maniac yang berhasil melarikan diri dari mental hospital itu adalah Jimmy. Mengetahui bahwa Jimmy 'lepas', seketika itu juga Joanny merencanakan pembunuhan kepada suaminya, dan menciptakan alibi bahwa yang membunuh John adalah Jimmy, sang maniac. Sakit hatinya terbalaskan, dan dia terbebas dari segala tuduhan.

The End.

Sebagai seseorang yang tidak begitu menyukai nonton film thriller -- mungkin juga ini yang 'menimpa' my female students yang hadir -- maka melanjutkan kisah horror ini menjadi semakin horror mungkin tak akan mampir ke imajinasiku.   Kisah akan berbeda (barangkali) jika dilanjutkan oleh para siswaku yang hobbynya nonton film thriller maupun horror.

PT56 14.25 060211

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini