Selasa, Januari 04, 2011

Pe Em Es

Coba bayangkan jika anda tinggal di sebuah keluarga yang mayoritas anggotanya berjenis kelamin perempuan dan mereka semua mengalami PMS bersamaan. Riuh rendah kacau balau! Ditambah lagi jikalau mereka tidak menyadari bahwa mereka -- atau anggota keluarga yang lain -- juga sedang PMS dan maunya uring-uringan melulu.

Bahwa perempuan dikodratkan mendapatkan menstruasi pada usia tertentu hingga usia tertentu ini membuat kita mahfum bahwa tubuh perempuan berbeda dengan tubuh laki-laki. Perubahan hormon yang terjadi setiap bulan menjelang mendapatkan menstruasi inilah yang sering menjadi kambing hitam keuring-uringan kaum perempuan. Perubahan hormon ini membuat emosi perempuan mudah turun naik; hal-hal sepele yang pada minggu-minggu di luar PMS tidak akan berpengaruh apa-apa, pada saat PMS akan gampang meledakkan emosi. Selain itu, sebagian perempuan juga menjadi mudah sentimentil, menangis karena kejadian-kejadian yang mungkin hanya 'begitu-begitu saja'; misal: nonton film, atau di traffic light ada seorang anak kecil nampak memelas berjualan koran, dlsb.

Selain mudah tersulut emosi -- marah maupun menangis -- sebagian perempuan juga menjadi passionate. Hubungannya bagaimana, tanyalah kepada dokter atau ahli organ dalam tubuh perempuan. LOL.

Pada komen di sebuah status seorang online buddy di FB -- yang kebetulan adalah my ex student -- aku menulis 'fungsi hadirnya' seseorang yang (konon) mencintai dan memaksa kita menerima cintanya (karena konon hanya dia yang bisa membuat kita bahagia) adalah menjadi 'boxing sack' waktu kita PMS; LOL, bukan secara fisik, melainkan secara psikologis. Waktu kita maunya uring-uringan melulu, orang itu muncul di hadapan, maka ... manfaatkanlah ia untuk menjadi tempat kita ngomel ngalor ngidul. LOL.

Selalu aku usahakan agar bukan orang-orang terdekatku yang menjadi 'boxing sack'. Kalau pun 'terpaksanya' aku sempet uring-uringan ke Angie -- yang amat sangat jarang terjadi, boleh langsung nanya ke yang bersangkutan kalau ga percaya LOL -- aku akan langsung berkata, "Mama lagi PMS kali ya Yang? Kok maunya marah-marah mulu!"

Bagaimana kalau ga punya seseorang -- yang bukan anggota keluarga -- untuk dijadikan 'boxing sack', lalu bagaimana dong? Apalagi jika kita hidup di sebuah keluarga yang anggotanya sebagian besar perempuan, yang kadang PMS bareng-bareng, dan sialnya, kita sendiri ga nyadar kalau sedang PMS? Saling uring-uringan satu sama lain? Ga kebayang kacau balaunya deh.

Hmmm ... barangkali ini ya salah satu fungsi kehadiran laki-laki dalam sebuah komunitas? LOL.

PT56 20.18 04.1.11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini