Senin, Januari 16, 2012

Jalur Sepeda di Semarang

Dan satu kali aku dikejutkan dengan postingan sebuah foto di grup 'b2w Semarang' maupun 'Komselis' yang menunjukkan bahwa JALUR SEPEDA telah hadir di kotaku tercinta, Semarang!


jepretan Mas Budenk

Rasa haru segera meruak karena aku teringat usaha Komunitas b2w Semarang untuk 'mendesak' pemerintah kota untuk menyediakan jalur sepeda, demi keamanan pesepeda di Semarang -- me included for sure -- ketika bersepeda, baik ketika sedang bike to work (alias berangkat kantor naik sepeda) maupun ketika sedang berolahraga di akhir pekan. Pertama, kita mengadakan TALK SHOW JALUR SEPEDA pada tanggal 11 April 2010 yang ktia selenggarakan di halaman depan McD Mall Ciputra. (Check the link at http://nana-podungge.blogspot.com/2010/04/jalur-sepeda-please.html ) Talk show yang kedua kita selenggarakan pada tanggal 6 Juni 2010 di halaman kantor koran Kompas di Jalan Menteri Supeno.


spanduk yang b2w Semarang buat di tahun 2010

WOW! akhirnya impian para pesepeda Semarang pun terwujud.

AKAN TETAPI ...

Ternyata nampaknya apa yang dikatakan oleh seorang online buddy di FB yang tinggal di Bandung tentang jalur sepeda di Bandung pun terulang di Semarang. :( Jalur sepeda yang tersedia tidak digunakan sebagaimana mestinya. You can guess by the very first picture I posted above. Jalur sepeda yang telah disediakan oleh pemerintah kota Semarang di sepanjang Jalan Pandanaran, seputaran Simpanglima dan Jalan Pahlawan hanyalah hiasan belaka.

Pemerintah kota Semarang tidak serius menyediakan jalur sepeda demi keamanan pesepeda? Sang wali kota sekarang hanyalah mengejar pencitraan semata?


sebuah mobil berplat merah diparkir di jalur (supposed to be) sepeda

Hari Senin 16 Januari 2012 untuk pertama kali aku berbike-to-work ke kantorku yang 'baru' yakni di Jalan Majapahit (tepatnya di daerah Gayamsari) sekitar pukul setengah lima sore. Sepanjang jalan Pandanaran yang telah ada jalur sepeda mungkin tidak sampai 25% dari sepanjang jalan itu yang bisa benar-benar kulewati dengan naik sepeda dengan tenang. 75% dari seluruh jalur ditempati oleh mobil-mobil parkir. :( Demikian juga di seputar Simpanglima. Apalagi ketika aku pulang sekitar pukul setengah delapan malam. Bisa dikatakan hampir 90% di 'jalur sepeda' di kawasan Simpanglima dipenuhi mobil-mobil parkir.

Karena lahan parkir tidak tersedia? Para penyedia bisnis tidak paham apa arti 'jalur sepeda'? Ataukah mereka tidak peduli dengan adanya jalur sepeda?

Berapa banyak dana yang telah dikeluarkan oleh pihak pemerintah kota untuk mengecat jalan-jalan tersebut dan para pesepeda tetap terjepit di sela-sela kendaraan bermotor?

Rasa haruku berubah menjadi satu kesedihan. :'(

Nana Podungge

seorang b2wer Semarang

GL7 15.45 17/01/2012

0 komentar:

Poskan Komentar

Share It